Posts

Sejarah Bung Karno as Told to Cindy Adams

Image
Bung Karno. Siapa yang tidak mengenal beliau? Bapak Proklamasi sekaligus presiden pertama Indonesia, yang namanya kesohor dimana-mana.

Pada tantangan RCO pekan ini, kami dituntut melahap minimal satu saja buku sejarah. Saya memilih "Soekarno Penjambung Lidah Rakjat Indonesia - A Biography as Told to Cindy Adams" dalam versi terjemahannya.

Buku ini berkisah tentang Ir. Soekarno mulai dari alur kisah masa kecilnya, remaja, hingga dewasa, tentang cinta dan cita-citanya, pengalaman politiknya, juga ideologinya, yang jadi perdebatan banyak kalangan. Bung Karno, memang sempat bikin geger dengan konsep nasakomnya. Nasionalis, Agama, Komunis. Terlalu banyak perbedaannya, bahkan ada yang saling meniadakan. Bagaimana caranya bisa disatukan?

Komunis berasal dari buah pikir Karl Marx dan Engels. Bagi Marx, agama adalah produk dan ekspresi kepentingan dari masyarakat kelas yang digunakan untuk memanipulasi dan menindas kelas di bawahnya. Agama memanipulasi manusia atas realitas-realitas …

Novel dan Film Athirah, Saling Melengkapi

Image
TribunStyle.com
Nama Jusuf Kalla, pasti sudah pernah didengar hampir seluruh rakyat Indonesia. Menjadi satu-satunya wakil presiden dua periode berturut-turut dengan presiden yang berbeda, menjadikan dirinya kesohor bukan main. Tapi nama Athirah? Nampaknya tidak sefamiliar anaknya, JK. Athirah adalah perempuan Bugis yang sangat memesona. Maka wajar, anak sulung tertuanya mewarisi pesona sang ibunda.

Novel tentang Athirah dipublikasi pada tahun 2013. Alberthiene Endah sebagai juru tulisnya. Sementara filmnya dirilis tiga tahun kemudian. Disutradai oleh Riri Riza dan diproduseri oleh Mira Lesmana, film ini sontak merebut banyak sekali penghargaan. Durasinya tak panjang. Hanya satu jam 21 menit, tapi tiga belas penghargaan berhasil disabet.

Uzone
Pemeran utamanya, Athirah, diperankan oleh Cut Mini Theo. Seorang aktris yang sudah lama malang melintang di perfilman Indoneisa. Kemampuan bermain perannya tidak diragukan lagi. Sebagai sosok perempuan korban poligami, ia mampu menciptakan mimik …

Tips Jualan di Kampus/Sekolah ala Saya (3)

Yang terakhir tapi paling penting, pupuki modal diri. Modal itu gak cuma bicara tentang uang. Tapi kemampuan, jaringan, data, sistem kerja, dsb. Termasuk di dalamnya rasa percaya diri. Banyak pelajar dan mahasiswa yang merasa malu bawa barang dagangan ke sekolah/kampus. Padahal hal tersebut sama sekali tidak melanggar aturan atau norma manapun, kan? Jadi, untuk apa merasa malu?

Kemampuan berjualan pun jadi modal penting yang semestinya meningkat seiring bertambahnya pengalaman berdagang. Kemampuan ini meliputi kemampuan pembukuan (administrasi), pengelolaan bahan baku, penaturan harga, strategi pemasaran, dsb. Jangan takut mengembangkan hal apapun dalam diri Anda. Buku-buku tentang penjualan saat ini sudah sangat banyak beredar bahkan terdapat banyak sekali grup diskusi gratis dengan para pakarnya sekaligus. Contohnya adalah Forum Sharing Branding pada aplikasi Telegram, yang dihadiri langsung oleh Bapak Branding Indonesia yaitu Pak Bi. Jangan takut untuk bergabung, dan mulailah belaj…

Tips Jualan di Kampus/Sekolah ala Saya (2)

Setelah bicara tentang perkenalan dengan calon pelanggan, tiba saatnya bereksperimen dengan produk. Kalau bagi saya sendiri, kedua proses ini memang bisa simultan. Alias dibolak-balik langkahnya. Bisa menentukan produk dulu baru memilih calon konsumen, bisa juga sebaliknya. Seiring pengalaman berdangan yang bertambah, biasanya otak kita sudah langsung memikirkan kedua hal ini sekaligus. Saling membandingkan kecocokan produk dengan ketersediaan pembeli di sekolah/kampus. Seperti saat ini, di semester enam saya sudah punya produk yang dicari-cari oleh pembeli. Tidak perlu saya yang berlari kesana-kemari ternyata. Tapi hal itu juga tidak terjadi begitu saja. Perlu hampir tiga bulan bagi saya untuk akhirnya menemukan produk yang pas.

Bermain-main dengan produk memang butuh modal. Tapi percayalah saat pelanggan ketagihan, pengorbanan kita secara cepat tergantikan. Tapi ingat, jadilah pedagang yang etis ya. Jangan sampai menggunakan zat-zat kimia berbahaya (zat aditif) untuk mencipta efek c…

Tips Jualan di Kampus/Sekolah ala Saya (1)

Kamu pelajar? Atau mahasiswa? Ingin punya uang tambahan yang halal dan enggak terikat aturan? Jualan solusinya. Tapi bukan jual diri, enggak nguati resikonya, dunia akhirat malah sengsara.

Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman pribadi saya. Kelas tiga SD, pertama kali saya belajar berjualan. Awalnya cuma membantu teman. Dia ingin menjual koleksi kertas bindernya yang sudah dia tidak suka tapi masih bagus. Saya menikmati momen tersebut. Sampai tak sadar, hasrat untuk ikut berjualan pun muncul. Tapi terpendam lagi, karena kendala modal.

Masuk SMP, tabungan saya lumayan. Bisa jadi modal jualan. Tapi jadi bingung mau jualan apa. Kertas binder sudah "basi". Enggak lama, sebuah gerai fast food mengeluarkan produk baru. Ayam goreng tepung blackpaper namanya. Bagi saya yang budget makannya terbatas, rasa penasaran akan produk tersebut dikalahkan kondisi ekonomi. Akhirnya ibu saya punya ide, untuk membuat ayam blackpaper versinya sendiri. Lengkap tersaji dengan nasi goreng kec…

Resensi Novel Athirah

Image
Judul Novel : Athirah
Penulis : Alberthiene Endah
Penerbit : Noura Books PT Mizan Publika
Jenis Buku : Fiksi Indonesia
Tahun Terbit : 2013
Tempat Terbit : Jakarta
Tebal : 404 halaman; 14x21 cm
ISBN : 978-602-7816-67-1

SINOPSIS “Apakah ini artinya Emma kalah, Jusuf?”
Pertanyaan Emma menusuk batinku. Aku pilu. Mata bening Emma basah.
Angin sore mendadak terasa sangat dingin.
Cahaya matahari dai barat jatuh di wajah Emma. Dukanya semakin terlihat.

Emma tidak pernah punya gambaran tentang wanita yang dimadu.
Sejak Bapak memilih tinggal di rumah keduanya, Emma sering terlihat merenung, tertunduk lesu. Ketika langkah bapak semakin jarang terdengar di rumah kami, Emma semakin sendu.
Namun, Emma tidak membiarkan dirinya terlalu lama disiksa rindu.
Dia segera berjuang untuk bangkit, menjadi wanita yang mandiri.
Emma adalah perjalanan keberanian ada sosok yang kokoh dalam dirinya yang lembut dan sangat halus.
Jika kau ingin aku berkata-kata tentang keindahan, kepadan…

Dimanja Sejarah di Tugu Pahlawan Surabaya

Image
Ujian Tengah Semester baru selesai. Libur satu minggu akhirnya tiba juga. Tangan kami bergerak lincah di atas gawai. Bertanya-tanya tempat liburan gratis pada Om Google. Dua saja syarat utama kami: asyik, tapi harus murah. Kalau bisa gratis malah. Prinsip ekonomi anak kos. Akhirnya ketemu. "Ke Tugu Pahlawan aja, yuk! Ada museumnya juga gratis buat pelajar dan mahasiswa!" Cocok.

Berangkatlah kami ke Jalan Pahlawan, Kecamatan Bubutan. Dibuat takjub mata kami menangkap objek wisata ekstra besar, kabarnya 1,3 hektar luas totalnya, tapi sepi pengunjung. Sampai-sampai kami kira salah alamat.

Tapi kemudian lantunan syahdu lagu Gugur Bunga menelisik. Rasa haru mulai menyelimuti. Ini betul Tugu Pahlawan.


Patung Soekarno-Hatta berdiri gagah menyambut kami di gerbang depan. Plakat berisi teks proklamasi ditempel persis di bawah ukiran nama Sang Proklamator. Di belakangnya berdiri pilar-pilar setengah hancur dengan coretan bernada kemerdekaan. Freedom, Rawe-rawe Rantas Malang-malang Put…